Senin, 24 Mei 2021

VOLTMETER

 

A. Pengertian Voltmeter 

 Voltmeter adalah suatu alat untuk mengukur tegangan listrik yang dipasang secara pararel pada elemen yang hendak diukur. (Daryanto, 2008). Tegangan adalah sebuah besaran dengan satuan Volt (V) untuk perbedaan potensial, atau perbedaan energi listrik di antara dua titik. Misalnya perbedaan energi potensial untuk menggerakkan elektron dan mengalirkan arus listrik. Voltmeter memiliki nilai skala terkecil sebesar 1 volt. Tegangan dan arus mempunyai karakteristik yang berbeda untuk rangkaian seri dan pararel. Pada rangkaian seri tegangan merupakan penjumlahan dari tegangan komponen-komponen yang terdapat pada rangkaian sedangkan nilai arus konstan sepanjangan rangkaian. Pada rangkaian pararel/bercabang nilai tegangan akan sama pada masing-masing cabang sedangkan nilai arus merupakan pemnjumlahan dari nilai arus masing-masing cabang. (Adi, 2010) 

B. Jenis-Jenis Voltmeter

1. Voltmeter Analog 

Voltmeter analog adalah alat pengukur tegangan listrik yang menggunalan jarum jam sebagai penunjuk skala yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe. Untuk pengukuran secara detail suatu besaran nilai komponen, Analog tidak bisa diandalkan. Oleh karena itu kebanyakan hanya digunakan untuk mengetes baik atau jeleknya suatu komponen pada waktu pengukuran atau juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan rangkaian blok yang ada pada suatu rangkaian. (Soedjana, 1976).

2. Voltmeter Digital 

Voltmeter digital adalah Voltmeter dengan bentuk dan fungsi yang lebih praktis. Mempunyai kelebihan pada keteletiannya yang melebihi Voltmeter analog. Selain itu kita tidak perlu menghitung secara manual karena Voltmeter digital sudah diprogram sistemnya untuk menampilkan hasil yang sudah terkalkulasi sehingga kita cukup melihat hasil pengukuran pada layar tampilan Voltmeter digital.

3. Bagian- Bagian Voltmeter

a. Skala ukur Skala yang dipergunakan untuk mengukur tegangan letaknya di atas jalur kaca. Titik nol skala letaknya di ujung paling kanan. Ruang diantaranya dibubuhi angka-angka dibagi lagi oleh garis-garis pendek tipis, misalnya letak jarujm pada garis kedua. 
b. Jarum penunjuk skala ,berfungsi untuk menunjukkan skala hasil pengukuran. 
c. Terminal positif , berfungsi sebagai tempat pencolok kabel yang arusnya positif. 
d. Terminal negatif, berfungsi sebagai tempat pencolok kabel yang arusnya negatif. 
e. Batas ukur ,berfungsi sebagai batas skala yang akan diuji dan juga sebagai tempat pencolok kabel yang arusnya positif. 

D. Cara Penggunaan Voltmeter

Prosedur pengukuran tegangan listrik. 
1. Sebelum memakai Voltmeter, pastikan terlebih dahulu Voltmeter dalam keadaan baik. 
2. Atur sekrup pengatur jarum penunjuk bila dirasa jarum penunjuk tidak tepat pada posisi nol. 
3. Atur saklar pemilih pada posisi skala tegangan yang kita akan ukur. Dalam pemilihannya kita ambil batasan saklar pemilih paling besar agar tidak terjadi kerusakan pada Voltmeter bila tegangan listrik ternyata besar. 
4. Pasangkan Voltmeter pada komponen yang akan di ukur. 
5. Bacalah berapa nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk. Saat membaca, optimalkan rentang bacaan yang terbaik agar mendapat hasil yang akurat. 
6. Setelah pembacaan selesai, kita dapat menempatkan probe ke saklar pemilih dengan batasan tegangan maksimum. Dengan cara ini kita akan terhindar dari kerusakan Voltmeter saat tidak sengaja memakainya kembali untuk kembali melakukan pengukuran. 

E. Cara Pembacaan Hasil Pengukuran Voltmeter  

Cara membaca nilai tegangan yang terukur: 
1. Misalkan nilai tegangan yang akan diukur adalah 15 Volt DC 
2. Posisikanlah saklar pemilih pada posisi DCV dan memilih skala terbesar yang tertera yaitu 1000 yang artinya pengukuran dapat dilakukan sampai 1000 Volt. 
3. Saat memperhatikan Voltmeter dan di papan skalanya penunjuk jam tidak terdapat skala terbesar 1000 yang ada hanya 0-10, 0-50, dan 0-250. Maka untuk mempermudah pembacaan perhatikan skala 0-10 saja. 
4. Skala penunjukan 0-10 mempunyai arti bila jarum penunjuk tepat berada pada angka 10, itu sama dengan 1000 Volt nilai tegangan yang terukurnya. Jika jarum penunjuk menunjuk pada angka 5, berarti nilai tegangannya adalah 500 Volt, berlaku juga hal yang sama pada angka skala yang lainnya. 
5. Namun bila nilai tegangan yang akan diukur adalah hanya 15 Volt sementara kita menempatkan saklar pemilih pada posisi 1000, maka jarum pada papan skala di Voltmeter hanya akan bergerak sedikit sekali dan itu membuat kita sulit untuk memperkirakan berapa nilai tegangan yang terukur sebenarnya. Untuk mengatasinya kita pindahkan saklar pemilih ke nilai skala yang membuat jarum penunjuk bergerak lebih banyak sehingga nilai hasil pengukuran lebih akurat. 
6. Saat kita menggeser saklar pemilih ke posisi 10 pada skala DCV dan terjadi pergerakan jarum penunjuk yang cepat ke paling ujung kanan, itu disebabkan karena nilai tegangan yang akan diukur lebih besar dari nilai skala maksimal yang dipilih. Jika hal itu terus terjadi maka akan terjadi kerusakan pada Voltmeter. Untuk itu jika jarum penunjuk pada papan skala bergerak sangat cepat ke kanan, segera pisahkan alat ukur dari rangkaian dan ganti skala saklar pemilihnya ke posisi yang lebih besar daripada sebelumnya. Saat sakelar pemilih diletakkan pada angka 10 maka yang diperhatikan adalah papapan skala antara 0-10, bukan 0-50 apalagi 0-250. 
7. Saat memilih skala 10 untuk mengukur nilai tegangan yang lebih besar dari 10 maka nilai tegangan yang sebenarnya tidak akan terukur atau diketahui. Solusinya, saklar pemilih di posisika pada skala yang lebih besar dari 10 yaitu 50. Saat memilih skala 50 pada skala tegangan DC (DCV), maka pada papan skala di Voltmeter yang harus diperhatikan adalah range skala 0-50 bukan lagi 0-10 atau bahkan 0-250. 
8. Saat saklar pemilih berada di posisi 50 maka jarum penunjuk akan bergerak tepat ditengah antara nilai 10 dan 20 yang pada range skala 0-50 artinya nilai yang ditunjukan itu adalah 15 Volt. 
9. Rumus untuk mengetahui nilai tegangan yang terukur:  
Misalnya, skala saklar pemilih 2.5, skala terbesar pada papan skala 250, dan nilai yang ditunjuk jarum 110, maka:
Berarti dari hasil perhitungan tersebut, besar tegangan yang terukur adalah 1.1 Volt.

  


 

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perkembangan Bakat Khusus

  Pengertian bakat menurut para ahli 1. S.C. Utami Munandar (1985) Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan,sebaga...