Perkembangan Kemandirian Remaja
Dalam bahasa Indonesia, kata "mandiri" diartikan sebagai suatu keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung kepada orang lain. Kata "kemandirian" adalah kata benda dari kata mandiri yang diartikan sebagai hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Kemandirian merujuk pada adanya kepercayaan akan kemampuan diri sendiri untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tanpa bantuan orang lain, tanpa dikontrol oleh orang lain, mampu melukan kegiatan dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.
1. Pentingnya Kemandirian Bagi Remaja
Kemandirian merupakan tugas perkembangan yang fundamental bagi remaja. Pencapaian kemandirian pada remaja sangat penting, karena kemandirian merupakan dasar dari remaja untuk menjadi individu yang dewasa. Pencapaian kemandirian pada remaja merupakan suatu hal yang tidak mudah, karena pada remaja terjadi perubahan perkembangan psikososial dari lingkungan remaja menjadi lingkungan luar keluarga.
Kemandirian dibutuhkan agar remanja mampu menghadapi situasi kehidupan yang lebih kompleks dan kompetitif. Kecenderungan yang sering muncul ditambah laju perkembangan teknologi dan arus gelombang kehidupan global belakangan ini menjadi isyarat bagi remaja untuk memiliki kemandirian yang dapat mamacu diri agar tidak tersingkirkan dalam laju globalisasi.
Dengan kemandirian remaja dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi seorang diri. Secara tidak langsung hal tersebut akan membentuk rasa percayadiri dalam remaja. Kemandirian juga dapat menumbuhkan rasa bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya.
Seorang remaja yang memiliki kemandirian akan mampu berfikir dan bertindak sesuai dengan kemauan dirinya sendiri tanpa dikontrol oleh orang lain. Sehingga remaja dapat menemukan karakter atau jati diri dari dirinya, dan dapat berkembang dengan lebih cepat hingga mencapai hasil yang diinginkan.
Dalam konteks belajar, gejala negatif yang tampak pada remaja yang kurang mandiri dalam belajar dapat berakibat pada mental remaja tersebut setelah memasuki perguruan tinggi.
2. Upaya Pendidikan Untuk Membantu Perkembangan Kemandirian Remaja
Dengan asumsi bahwa kemandirian sebagai aspek psikologi berkembang yang tidak diturunkan oleh orangtuanya maka pendidikan diperlukan bagi kelancaran perkembangan kemandirian remaja.
Masa depan remaja diperkirakan akan semakin kompleks dan penuh tantangan. Sehingga pendidikan dibutuhkan untuk mempersiapkan remaja bagi pernanannya dimasa depan dalam menghadapi laju perkembangan yang bersifat lebih kompetitif.
- Mengembangkan proses belajar mengajar yang demokratis, yang memungkinkan anak merasa diharga.
- Mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktiv dalam mengambil keputusan dalam berbagai kegiatan sekolah.
- Membebaskan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi lingkungan, mendorong rasa ingin tahu mereka
- Menerima kelebihan dan kekurangan peserta didik, tidak membeda-bedakan anak satu dengan anak yang lain.
- Menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik.
3. Usaha Agar Bebas Secara Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu aspek dari kemandirian. Remaja dengan kemandirian ekonomi akan berkemampuan untuk mengatur atau mengola kebutuhan ekonomi dirinya dan tidak menggantungkan kebutuhan ekonominya kepada orang tua.
Untuk dapat bebas secara ekonomi dibutuhkan pemasukan yang tetap setiap bulannya. Hal tersebut berguna untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dirinya sendiri. Sehingga seseorang yang ingin terbebas secara ekonomi harus memiliki pekerjaan terlebih dahulu.
Jika seseorang memiliki tabungan untuk dirinya, dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya secara mandiri. Maka orang tersebut sudah bebas secara ekonomi.



Terimakasih, penjelasannya sangat baik dan mudah untuk dipahami
BalasHapus