Senin, 24 Mei 2021

MULTIMETER

 



Pengertian Multimeter

Multimeter disebut juga multitester atau AVOmeter. “A” untuk amperemeter. “V” untuk voltmeter.“O” untuk ohmeter. Jadi, Multimeter merupakan suatu alat ukur yang dapat kita gunakan untuk mengukur kuat arus, tegangan, dan juga hambatan listrik. Sedangkan kata multimeter berasal dari kata “multi” yang berarti banyak dan juga “tester” yang berarti mengukur. 
Multimeter adalah salah satu alat ukur yang sangat diperlukan untuk mengukur besaran-besaran seperti kuat arus listrik, tegangan listrik, hambatan listrik, maupun kapasitansi. Selain itu juga multimeter dapat digunakan untuk mendeteksi rusak atau tidaknya suatu komponen. 

Bagian-bagian Multimeter

1. Skala

Bagian ini berbentuk seperti busur dan memiliki rentang angka. Ada beberapa skala dengan angka dan warna berbeda.. Skala Ω untuk mengukur nilai hambatan listik. Ada juga skala yang digunakan untuk mengukur nilai tegangan dan kuat arus.

2. Jarum Penunjuk

Bagian ini berfungsi untuk menunjukkan angka pada skala hasil pembacaan pengukuran yang akan kita lakukan. Untuk mengamati hasil pembacaan maka kita harus melihatnya dengan posisi mata tegak lurus dengan multimeter. 

3. Selektor Batas Ukur

Bagian ini dapat kita putar yang berfungsi untuk menentukan batas ukur apa yang akan kita gunakan dalam pengukuran multimeter. di bagian ini terdapat tanda sebagai berikut: 

a. AC V berfungsi untuk mengukur tegangan listrik bolak-balik, 

b. DC V berfungsi untuk mengukur tegangan listrik searah, 

c. DC mA berfungsi untuk mengukur kuat arus listrik, dan 

d. Tanda Ω berfungsi untuk mengukur nilai hambatan suatu komponen.

4. Pengatur Posisi Nol Jarum

Bagian ini berfungsi untuk mengatur posisi nol pada jarum penunjuk skala yang letaknya paling kiri. 

5. Pengatur Nol Ohm

Berfungsi untuk mengenolkan jarum penunjuk ketika akan melakukan pengukuran hambatan listrik. 

6. Probe

Bagian ini terdapat dua probe yaitu probe merah untuk positif (+) dan probe hitam untuk negatif (-).

 7. Terminal Pengukur

Bagian ini berfungsi untuk menghubungkan probe dengan Multimeter. terdapat dua terminal yaitu terminal positif (+) dan terminal negatif (-).

Jenis-jenis Multimeter

1. Multimeter Analog

Jenis multimeter ini menggunakan layar ukur berupa jarum penunjuk sehingga, untuk pembacaan hasil pengukuran harus dilakukan dengan melihat posisi jarum penunjuk dan melihat posisi selektor pada posisi batas ukur lalu melakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan pengukurannya. 
 Adapun bagian-bagian multimeter analog ini adalah sebagai berikut : 
 a. Skala 
 b. Jarum penunjuk 
 c. Selektor batas ukur 
 d. Pengatur posisi nol jarum 
 e. Pengatur posisi nol ohm 
 f. Probe 
 g. Terminal pengukuran 
 Manfaat Multimeter Digital menurut (Prawiroredjo, 2006) Adalah mengukur kuat arus, tegangan, hambatan listrik, mengukur nilai kapasitansi kapasitor (farad) Mengukur nilai kapasitansi kapasitor dan memeriksa keadaan suatu komponen. (Farad).  

2. Multimeter Digital


Jenis multimeter yang menggunakan layar digital sebagai hasil pembacaan pengukurannya. Hasil ukur yang ditampilkan pada display multimeter digital merupakan hasil yang telah sesuai sehingga tidak perlu menghitung lagi seperti pada multimeter analog. Adapun bagian-bagian multimeter digital adalah sebagai berikut : 
 a. Layar Monitor Untuk melihat hasil pembacaan pada alat ukur multimeter 
 b. Buttons ( tombol ) Tombol yang ada pada Multimeter Digital 
 c. Dial (tombol penyetel) 
d. Input Jacks 
 Manfaat Multimeter Digital Adalah mengukur kuat arus, tegangan, dan hambatan listrik. (Wahyudi, 2015). Menurut (Prawiroredjo, 2006) Prinsip kerja Multimeter Digital adalah gerak d’arsonval yaitu gerakan dasar kumparan putar magnet permanen. 

Cara Penggunaan Multimeter

1. Mengukur tegangan searah (DC) 

 Aturlah posisi selektor batas ukur ke DC V, kemudian kita pilih skala yang paling sesuai. Jika tidak mampu memperkirakan, kita harus memilih skala paling besar yang berguna untuk menghindari rusaknya alat ukur multimeter. Kemudian kita hubungkan Probe merah dan Probe hitam ke dalam terminal tegangan pada multimeter. dengan ketentuan merah dihubungkan ke terminal tegangan yang (+) dan hitam dihubungkan ke (-). Hasilnya akan terlihat di layar hasil atau penunjukan hasil ukur. (Wahyudi, 2015)

2. Mengukur Tegangan Bolak-Balik (AC) 

 Aturlah posisi selektor batas ukur ke AC V, kemudian kita pilih skala yang paling sesuai. Jika tidak mampu memperkirakan, kita harus memilih skala paling besar. Kemudian kita hubungkan Probe merah dan Probe hitam kedalam terminal tegangan pada multimeter. Untuk tegangan AC tidak memiliki polaritas positif ataupun negatif. Hasilnya akan terlihat di layar hasil atau penunjukan hasil ukur. (Wahyudi, 2015) 

 3. Mengukur Kuat Arus Listrik

Aturlah posisi selektor batas ukut pada pengukuran arus, kemudian kita pilih skala yang paling sesuai dengan arus yang akan diukur. Apabila tidak mampu memperkirakan nilai arus ukur. Kita harus memilih skala paling besar untuk menghindari kerusakan. Untuk teknik pengukurannya, kita putus rangkaian yang terhubung ke beban, lalu hubungkan probe merah dan hitam pada kedua terminal yang terputus tersebut secara serial. Hasilnya akan terlihat di layar hasil atau penunjukan hasil ukur. (Wahyudi, 2015)

Cara Pembacaan Multimeter

Pembacaan skalanya yaitu dengan mengamati skala dengan mata tegak lurus, untuk memperoleh nilai tegangan listrik hitung yaitu dengan cara :
Hasil Ukur = Skala yang ditunjuk dengan jarum/skala maksimal X batas ukur  









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perkembangan Bakat Khusus

  Pengertian bakat menurut para ahli 1. S.C. Utami Munandar (1985) Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan,sebaga...